Filed under: Uncategorized
Mihaly menyatakan ada 10 sikap paradok yang dimiliki oleh orang-orang Kreatif. Tolong analisis dan berikan komentar pribadi Anda terhadap 10 sikap paradok tersebut.
Berikut ini adalah 10 sikap paradok yang dinyatakan oleh Mihaly:
1. Creative people have a great deal of physical energy, but they’re also often quiet and at rest.
When we are having creative thoughts, sometimes it feels buoyant. The energy is coming from somewhere out there. Yeah, I felt it in myself. When I got a very good idea, I tend to start moving my feet, walking, or even round my head up. It is it like I am having so much energy and I can’t wait to do something spectacular. The other way around, creative people also need to rest to save energy. Some people such Bill Gates tend to abandon sleeping time. But, actually there is fact stated that sleeping in appropriate tine is important to increase tenacity and also make us to have good personality. How come? Because sleep reduces stress. When we are sleeping all the information acquired are processing in the brain. So, basically, sleeping makes us clever than before. So, it is time to sleep!!
2. Creative people tend to be smart yet naive at the same time.
Ini sangat mungkin terjadi pada orang-orang kreatif. If we go back to the meaning of creativity, kreatif berarti melakukan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Orang-orang kreatif biasa melakukan itu. Pikiran-pikiran yang tak terbatas selalu menghasilkan hal-hal yang mengejutkan. Sebagai efek dari hal tersebut, maka sering terjadi prinsip-prinsip idealis dari seorang yang kreatif. Terkadang, konsep-konsep tersebu terlalu sempurna dan pada akhirnya malah dianggap naïf oleh orang lain. But, it is not a problem. Many creative people are called insane. We can take example from Einstein, how many times people doubt him? But in the end he made it!
3. Creative people combine playfulness and discipline, or responsibility and irresponsibility.
Waw, apa ini? He. Kalau saya lihat ini seperti dua hal yang berlawanan dijadikan satu. Semestinya tidak mungkin terjadi. Tapi, di dunia kreatif, apa yang tak mungkin? Menurut saya, kombinasi dari keinginan untuk bersenang2 dan disiplin sangat lah sempurna. Untuk menjadi kreatif, kita tidak mungkin kaku. Rileks adalah kunci utama. Lakukan hal-hal yang menyenangkan dan hasilkan ide-ide kreatif.
Seperti tadi yang saya katakan, orang kreatif melakukan sesuatu yang berbeda. Itu pastinya melalui beberapa eksperimen. Terkadang, eksperimen tersebut menghasilkan kerusakan terhadap sekitar yang sama sekali diluar ekspektasi. Bila itu terjadi, kita harus mengambil resiko menjadi orang yang tak bertanggung jawab sesekali.
4. Creative people alternate between imagination and fantasy, and a rooted sense of reality.
Segalanya bermula dari imajinasi, bayangan akan hal yang belum pernah ada sebelummya. Imajinasi semakin ngocol semakin menjanjikan. Itu kata orang gila. Eits, jangan salah, orang gila dalam artian master of creativity. Setelah itu, tinggal bagaimana membuatnya jadi kenyataan. Contoh, saya sewaktu kecil sering membayangkan bahwa film star trek akan jadi kenyataan. Dimana orang bisa ngomong melalui layar. Padahal zaman itu baru ada telepon rumah yang tersebar di beberapa kota besar saja. Saat tu juga, para professional berimajinasi tentang telepon layar tersebut. Yang mereka lakukan adalah menemukan cara utntuk membuat itu jadi kenyataan. Dan…. Bah! Beberapa belas tahun kemudian muncullah teknologi 3G. Video call pun jadi hal biasa. Kadang saya masih terkagum2 impian saya sekarang nyata. Tapi, ya memang begitu!
5. Creative people trend to be both extroverted and introverted.
Yup, seseorang pasti punya dua sisi ekstrovert and introvert. Tinggal bagai mana dia menggunakannya di waktu yang tepat. Sisi introvert yaitu penyendiri, tertutup, diam, dibutuhkan saat kita menggodok ide. Apalagi kalau itu hasil kreasi sendirian. Setelah keluar letupan-letupan ide. Diperlukan kemampuan untuk mengomunikasikan ide tersebut ke public terutama jika produknya untuk komersil. Sisi ekstrovert disini perlu dioptimalkan. Bagaimana memarketingkan produk sendiri? Begitulah singkatnya.
6. Creative people are humble and proud at the same time.
Bila kita tau apa yang kita lakukan dan hasil apa yang kita dapatkan. Tak perlu repot-repot untuk pamer. Kepuasan diri lah yang dicari. Pengahargaan terbesar adalah bila kita mampu mengahargai diri sendiri. Just feel it inside you! Selain itu, tak kalaah perlu untuk merasa bangga, dalam hal ini, bukan pamer, tapi hanya bangga. Kreatifitas itu adalah prestasi. Bangga lah pada diri sendiri karena sudah berani mengambil risiko, melakukan hal baru, dan bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukan.
7. Creative people, to an extent, escape rigid gender role stereotyping.
Ya. Terdengar aneh memang. Tidak mungkin pada saat bersamaan laki-laki bisa menjadi perempuan secara harfiah. Tapi, yang dibahas disini adalah tentang ide-ide yang keluar dari otak si creator tidak terbatas apakah ia laki-laki atau perempuan. Stereotype yang ada sekarang di Indonesia adalah laki-laki lebih lebih dominan dari perempuan. Dalam dunia kreatif, semua hal seperti itu ditiadakan. Ide-ide bebas keluar dari siapapun tanpa memandang gender.
8. Creative people are both rebellious and conservative.
Ada selentingan yang menyatakan kalau peraturan dibuat untuk dilanggar. Nah, kalimat itu mungkin keluar dari mulut orang kreatif. Kadang, para creator hanya peduli pada projectnya, mau tak mau mereka harus berani mengambil resiko untuk melanggar peraturan bila inginmelakukan percobaan yang bisa jadi melanggar ketentuan baik etika maupun secara hukum. Maka dari iru, terkadang mereka “membandel”. Tapi, hukum berlaku setara terhadap semua orang. Mereka tak bisa menghindar dari hukum dengan beralasan kreatifitas. Bila masih mempunyai akal sehat, orang kratif akan mematuhi peraturan yang ada di masyarakat.
9. Most creative people are very passionate about their work, yet they can be extremely objective about it as well.
Beberapa statement saya diatas cukup menyinggung tentang hal ini. Orang kreatif sangat peduli dengan projectnya sampai rela melanggar peraturan yang ada. Mengapa begitu? Menurut saya, sangat masuk akal bila kita menyayangi apa yang kita punya. Apalagi itu keluar dari pikiran kita sendiri, sebuah ide. Tapi, harus diketahui, terlalu focus dengan kerjaan sendiri bisa memangkas objektivitas yang dimiliki. Objektivitas diperlukan sebagai penilaian apakah ide kita berkualitas atau tidak.
10. Creative people’s openness and sensitivity often exposes them to suffering and pain, yet also to a great deal of enjoyment.
In my experience, it is so amazing to be an open, caring, and full of sympathy person. There is a peace feeling come out from somewhere out there. I can say that it is the best feeling I ever had. So, it would not bother me at all if the consequences of my choice it a little bit of pain. The peacefulness in me and people I loved is all that matters.
Salam,
Nerissa Arviana
19006056
Leave a Comment so far
Leave a comment